Sebab Terjadinya Api Kebakaran

Sebab terjadinya Api | Bahaya Kebakaran

Sebab Terjadinya Api kebakaran

Reaksi radikal bebas dan berlangsung dengan berantai. Api dapat padam dengan alasan jika:

  • Semua bahan habis terbakar.
  • Konsentrasi oksigen tidak cukup.
  • Temperatur material di bawah suhu penyalaan.
  • Reaksi berantai putus.

Proses Reaksi Reaksi Radikal Bebas Bahan bakar jika dipanaskan mengalami perubahan sebagai berikut:

  • Secara fisik berubah menjadi gas.
  • Secara kimiawi maka akan menghasilkan atom-atom yang dapat berdiri bebas/ radikal. Contoh : Ethane (C2H6) Bentuk bangun rumusnya H – C – C – H Jika dipanaskan, atom H akan terlepas atau berdiri bebas. Atom H yang berdiri bebas tersebut dinamai H radikal (H*). Atom H bersifat mudah berkombinasi dengan oksigen membentuk HOO*. Dan akan menghasilkan HO*serta O* Jadi nyala api adalah tidak lain dari persenyawaan antara zat radikal tersebut.

Besaran-besaran Angka Flamable Range yaitu besaran angka menyatakan batas minimal (LEL) dan batas maksimal (UEL) jumlah perbandingan volume uap bahan bakar didalam udara, merupakan konsentrasi rapat untuk dapat berlangsungnya nyala api/pembakaran.

Keterangan : Lower Explosive Range (LEL) :adalah batas minimal konsentrasi uap bahan bakar diudara dimana bila sumber api akan terbakar. Upper Explosive Limit (UEL) :adalah batas konsentrasi maksimal uap bahan bakar di udara dimana bila sumber api akan terbakar. Explosive Range : adalah konsentrasi LEL dan UEL. Pada konsentrasi ini apabila sumber nyala akan dapat terbakar atau meledak. Bila konsentrasi uap batas explosive range (kurang atau lebih) sekalipun ada sumber nyala maka tidak akan terbakar. Jadi pada konsentrasi uap minyak mentah 1 – 10 %, dilarang mengadakan kegiatan yang menggunakan api, karena akan terjadinya kebakaran. Alat pengukur kadar gas/uap mudah terbakar adalah Combustible Gas Indicator/Explosimeter.

Titik Nyala (Flash Point) Yaitu suhu terendah yang diperlukan dalam mengubah atau menghasilkan sejumlah uap siap untuk terbakar jika ada sumber nyala. Besaran angka ini juga dapat digunakan sebagai indikator tingkat resiko bahaya kebakarannya. Menurut Peraturan Khusus EE : Bahwa setiap bahan cair yang mempunyai angka titik nyala/ flash point kurang dari 55oC maka termasuk bahan mudah terbakar.

Menurut NFPA diklasifikasikan sbb:

  • Klas 1 = Kurang dari 100oF (resiko tinggi)
  • Klas 2 = 100 – 140oF (resiko sedang)
  • Klas 3 = Lebih dari 140oF (resiko rendah)

Autoignition Temperature Yaitu temperatur terendah dimana bahan dapat terbakar dengan sendirinya tanpa adanya pemberian sumber nyala. Contoh: Setrika panas akan dapat membakar kain yang diseterika, walaupun tidak adanya sumber nyala. Instalasi pipa panas, kontak langsung dengan bahan-bahan mudah terbakar.

Berat Uap Berat uap bahan bakar merupakan indikator yang perlu kita perhatikan. Uap yang lebih ringan terhadap udara akan cenderung naik ke atas dan jika lebih berat dari udara maka akan turun ke bawah. Dengan mengetahui berapa ukuran berat uap bahan bakar tertentu, maka akan dapat ditentukan dimana exhaust fan mestinya ditempatkan.

Fenomena Pembakaran Pengertian Kebakaran adalah terjadinya api tidak terkendali yang tidak dikehendaki. Sifat-sifat Kebakaran Terjadinya tidak terduga. Tidak akan padam apabila tidak ada tindakan pemadaman, sampai habisnya zat yang terbakar.

Kebakaran akan padam dengan sendirinya jika konsentrasi keseimbangan dengan hubungan 3 unsur segitiga api tidak terpenuhi. Sumber Dan Potensi Penyebab Kebakaran Penggunaan api terbuka di daerah berbahaya atau terdapat bahan yang mudah menyala adalah salah satu yang dapat menjadi sumber penyebab kebakaran, antara lain : Pengelasan, dapur api dan sebagainya. Permukaan Panas Pesawat atau instalasi pemanas, pengering, oven dll, apabila tidak terkendali/ kontak dengan bahan yang dapat terbakar hingga mencapai suhu penyalaan maka akan dapat menyebabkan kebakaran.

Peralatan Listrik jika tidak memenuhi syarat keamanan (PUIL), Pembebanan lebih, tegangan melebihi kapasitas, dan bunga api pada motor listrik. Reaksi Exothermal yaitu reaksi yang menghasilkan panas dan juga gas yang mudah terbakar. Reaksi batu karbit dengan air. Reaksi bahan kimia yang peka terhadap zat yang bersifat asam. Gesekan Mekanis, akibat gerakan secara mekanis seperti pada peralatan yang bergerak yang tidak diberi pelumasan secara teratur dapat menimbulkan panas.

Bunga api mekanis atau gram bubutan/ gerinda dapat menjadi sumber nyala bila kontak dengan bahan yang mudah terbakar. Loncatan Bunga Api Listrik Statis dapat berakibat mempengaruhi mekanis pada bahan non konduktor akan terjadi penimbunan elektron (akumulasi listrik statis) Contoh : Minyak adalah non konduktor. Bila minyak dialirkan melalui slang dengan tekanan tinggi, elektron akan tertimbun pada minyak tersebut. Pada keadaan tertentu akan terjadi loncatan elektron dan dapat menjadi sumber penyebab kebakaran.

Author: errofire

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>